Jumat, 20 Juni 2014

Prabowo-Hatta Pemegang Saham BHIT? Tidak Benar! (Beserta Bukti)

Sejak awal kami selalu berusaha netral dalam menghadapi Pemilu ini. Kami tidak pernah memihak satu pihak manapun. Namun ramainya berita mengenai kepemilikan Prabowo-Hatta pada saham BHIT di dua situs berita nasional yakni kompas.com dan detik.com, membuat kami urun memberikan bukti.
Yang pertama, mari kita bahas berita dari kompas dahulu: kompas menurunkan berita "Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta" Borong Saham Grup MNC Rp 869 Miliar. Untuk mendukung tulisan tersebut, Kompas tak lupa memberikan screenshot data kepemilikan saham BHIT dari Bloomberg Terminal


Gambar 1. Screenshot kompas.com


Seperti yang dilihat pada gambar di atas, nama Tanoesudib Prabowo-Hatta tercantum sebagai pemegang  saham BHIT dengan kepemilikan 6.13%
Gambar yang dimuat oleh situs Kompas ini memiliki dua kesalahan mendasar.
Pertama: screenshot gambar yang digunakan oleh kompas.com terlalu buram. Padahal kalau kami kutip langsung dari Bloomberg terminal, gambarnya jauh lebih jelas:

Gambar 2: Grafik pemegang saham BHIT (dikutip dari Bloomberg Terminal hari ini jam 1 siang)


Terlihat bahwa dalam data yang kami tunjukkan bahwa nama “TANOESOEDIBJO HARY” sebagai pemegang  saham terbesar ketiga dalam gambar yang digunakan oleh situs kompas adalah “TANOESOEDIB –PRABOWO-HAT”

Kesalahan kedua lebih fatal. Perhatikan gambar yang sama dan telah saya berikan lingkaran biru
Gambar 3: Kesalahan dalam gambar di Kompas.com


Ada gambar grafik kecil di kanan (dilingkari warna biru).  Grafik kecil di  sebelah kanan nama sang pemegang saham ini bila di klik berfungsi menampilkan data historis jumlah kepemilikan. Data ini hanya akan keluar jika pemegang saham tersebut telah memegang saham minimal dua kuartal.
Contohnya bila nama Hary Tanoesoedibjo diklik, akan menunjukkan kepemilikan sahamnya secara historis sejak tahun 2011, karena HT adalah pemegang lama saham BHIT

Gambar 4.  Grafik kepemilihan Hari Tanoe secara historis (muncul setelah mengklik lambang grafik)

Dengan kata lain, kalaupun Prabowo-Hatta benar memegang saham BHIT maka sebagai pemegang saham baru, Prabowo-Hatta tidak akan memiliki data historis kepemilikan saham!

Berita dari detik juga sama:
Detik ikut pula menurunkan berita yang kurang lebih sama dengan judul Tanoesudibjo Prabowo-Hatta' Borong Saham MNC Group Senilai Rp 869,8 Miliar.

Gambar 5 screenshot dari detik.com

Dalam gambar di atas  “TANOESOEDIB PRABOWO..” memegang  saham  BHIT sebanyak 6.13% per 19 Juni-2014
Sedangkan bila kami mengeceknya sendiri dari Bloomberg terminal, nama yang muncul adalah nama TANOESEDIBJO HARY, bukan TANOESEDIB PRABOWO seperti yang ada di detik.com
Gambar 5: Deskripsi saham BHIT pada Bloomberg Terminal (BHIT IJ Equity DES)
Prabowo tidak pernah memiliki saham BHIT. Setidaknya menjadi mayoritas dengan menggunakan namanya sendiri. Hal ini dibuktikan di Bloomberg Terminal:

Gambar  5: Fungsi HDS pada Bloomberg Terminal untuk mencari apakah pernah ada pemegang saham BHIT bernama “PRABOWO”


Seperti yang terlihat pada grafik di atas, pencarian apakah pernah ada pemegang saham BHIT bernama "Prabowo” menampilkan hasil kosong (Tidak ada).

Akhir kata, Mari kita sukseskan pemilu dengan cara yang bersih.  Jangan menjelekkan pihak lain, karena salah satu dari mereka akan menjadi pemimpin kita.

Update jam 15.55WIB: Bloomberg menyatakan kesalahan ada di pihak mereka, terjadi kesalahan penulisan: Soal 'Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta' Borong Saham MNC, Bloomberg Minta Maaf