Selasa, 20 Oktober 2020

Setelah 33 Tahun Black Monday 1987, Apa Pelajaran Darinya?

Senin kemarin, 19 Oktober 2020 merupakan ulang tahun ke 33 Black Monday. Pada 19-Oktober-1987, bursa global ramai-ramai crash besar. Di awali indeks DJIA turun tajam 22% atau 508 poin ke 1738, kemudian indeks bursa lainnya seperti HSI dan ASX ikut melemah tajam.

Halaman 1 koran New York Times tanggal 20-Oktober-1987 , media nasional Amerika Serikat. Headline penuh dengan berita mengenai crash di Wallstreet hari sebelumnya.


Banyak teori yang mencoba menjelaskan. Doktermarket berpandangan bahwa crash justru bukan diawali pada 19-Oktober, melainkan pada tanggal 9 Oktober ketika DJIA menembus support pola bearish head and shoulders. Hal yang menarik adalah ketika media heboh memberitakan, 19-Oktober tersebut justru merupakan bottom, dan kemudian DJIA rebound. Tepat 2 tahun sesudah Black Monday, DJIA justru telah rebound dari 1738 ke 2683 yang telah menutupi semua penurunan di waktu kisaran terjadinya Black Monday!

 


Pelajaran apa yang bisa kita ambil?

Pertama, Kepanikan massal selalu terlambat. Kepanikan investor justru terjadi pada tanggal 19 Oktober ketika DJIA sudah di bottom. Padahal kalau para investor mampu menganalisa pergerakan DJIA, trend turun sudah terjadi pada 9-Oktober ketika DJIA masih di 2482.

Kedua, ketika terjadi kepanikan, seringkali justru merupakan titik balik (rebound). Ternyata bottom DJIA tanggal 19-Oktober-1987 dan DJIA mulai rebound setelahnya. Tepat dua tahun setelah Black Monday, indeks DJIA naik dari 1738 pada 19 Oktober 1987 menuju 2683 pada 19 Oktober 1989 yang berarti naik 51% dalam waktu 2 tahun.