Jumat, 20 Juni 2014

PTBA Dalam Trend Turun



PTBA melemah menembus resisten MA200 sekaligus membentuk pola bearish double top. Pola ini menandakan bahwa selama PTBA gagal kembali menguat diatas 11000, PTBA berpotensi melanjutkan pelemahannya menuju 9500-10000.
analisa saham, analisa teknikal, analisis teknikal saham, rekomendasi saham harian, saham, rekomendasi saham hari ini, doktermarket, belajar saham, investasi saham, saham online, saham bei, saham blue chip, jual beli saham

Rekomendasi: Sell/Hindari kecuali mampu berhasil menguat di atas 11000.

BBRI Bersiap Menentukan Arah Selanjutnya


BBRI berada dalam range support 9950 dan resisten 10275. Bilamana BBRI mampu menguat di atas resisten 10275, BBRI akan membuka peluang kenaikan menuju 10625-11000, sedangkan jika BBRI melemah di bawah level  9950, BBRI akan membuka potensi pelemahan menuju level 9500-9625.
analisa saham, analisa teknikal, analisis teknikal saham, rekomendasi saham harian, saham, rekomendasi saham hari ini, doktermarket, belajar saham, investasi saham, saham online, saham bei, saham blue chip, jual beli saham

Rekomendasi: Speculative Buy kalau naik di atas 10275, target 10625-11000 dan Sell kalau turun di bawah 9950, target 9500-9625.

Prabowo-Hatta Pemegang Saham BHIT? Tidak Benar! (Beserta Bukti)

Sejak awal kami selalu berusaha netral dalam menghadapi Pemilu ini. Kami tidak pernah memihak satu pihak manapun. Namun ramainya berita mengenai kepemilikan Prabowo-Hatta pada saham BHIT di dua situs berita nasional yakni kompas.com dan detik.com, membuat kami urun memberikan bukti.
Yang pertama, mari kita bahas berita dari kompas dahulu: kompas menurunkan berita "Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta" Borong Saham Grup MNC Rp 869 Miliar. Untuk mendukung tulisan tersebut, Kompas tak lupa memberikan screenshot data kepemilikan saham BHIT dari Bloomberg Terminal


Gambar 1. Screenshot kompas.com


Seperti yang dilihat pada gambar di atas, nama Tanoesudib Prabowo-Hatta tercantum sebagai pemegang  saham BHIT dengan kepemilikan 6.13%
Gambar yang dimuat oleh situs Kompas ini memiliki dua kesalahan mendasar.
Pertama: screenshot gambar yang digunakan oleh kompas.com terlalu buram. Padahal kalau kami kutip langsung dari Bloomberg terminal, gambarnya jauh lebih jelas:

Gambar 2: Grafik pemegang saham BHIT (dikutip dari Bloomberg Terminal hari ini jam 1 siang)


Terlihat bahwa dalam data yang kami tunjukkan bahwa nama “TANOESOEDIBJO HARY” sebagai pemegang  saham terbesar ketiga dalam gambar yang digunakan oleh situs kompas adalah “TANOESOEDIB –PRABOWO-HAT”

Kesalahan kedua lebih fatal. Perhatikan gambar yang sama dan telah saya berikan lingkaran biru
Gambar 3: Kesalahan dalam gambar di Kompas.com


Ada gambar grafik kecil di kanan (dilingkari warna biru).  Grafik kecil di  sebelah kanan nama sang pemegang saham ini bila di klik berfungsi menampilkan data historis jumlah kepemilikan. Data ini hanya akan keluar jika pemegang saham tersebut telah memegang saham minimal dua kuartal.
Contohnya bila nama Hary Tanoesoedibjo diklik, akan menunjukkan kepemilikan sahamnya secara historis sejak tahun 2011, karena HT adalah pemegang lama saham BHIT

Gambar 4.  Grafik kepemilihan Hari Tanoe secara historis (muncul setelah mengklik lambang grafik)

Dengan kata lain, kalaupun Prabowo-Hatta benar memegang saham BHIT maka sebagai pemegang saham baru, Prabowo-Hatta tidak akan memiliki data historis kepemilikan saham!

Berita dari detik juga sama:
Detik ikut pula menurunkan berita yang kurang lebih sama dengan judul Tanoesudibjo Prabowo-Hatta' Borong Saham MNC Group Senilai Rp 869,8 Miliar.

Gambar 5 screenshot dari detik.com

Dalam gambar di atas  “TANOESOEDIB PRABOWO..” memegang  saham  BHIT sebanyak 6.13% per 19 Juni-2014
Sedangkan bila kami mengeceknya sendiri dari Bloomberg terminal, nama yang muncul adalah nama TANOESEDIBJO HARY, bukan TANOESEDIB PRABOWO seperti yang ada di detik.com
Gambar 5: Deskripsi saham BHIT pada Bloomberg Terminal (BHIT IJ Equity DES)
Prabowo tidak pernah memiliki saham BHIT. Setidaknya menjadi mayoritas dengan menggunakan namanya sendiri. Hal ini dibuktikan di Bloomberg Terminal:

Gambar  5: Fungsi HDS pada Bloomberg Terminal untuk mencari apakah pernah ada pemegang saham BHIT bernama “PRABOWO”


Seperti yang terlihat pada grafik di atas, pencarian apakah pernah ada pemegang saham BHIT bernama "Prabowo” menampilkan hasil kosong (Tidak ada).

Akhir kata, Mari kita sukseskan pemilu dengan cara yang bersih.  Jangan menjelekkan pihak lain, karena salah satu dari mereka akan menjadi pemimpin kita.

Update jam 15.55WIB: Bloomberg menyatakan kesalahan ada di pihak mereka, terjadi kesalahan penulisan: Soal 'Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta' Borong Saham MNC, Bloomberg Minta Maaf

Kamis, 19 Juni 2014

ANTM Menguji Resisten, Buy Jika Break



ANTM menguji resisten Moving Average-nya di area 1170. Bilamana ANTM mampu menguat di atas level ini,ANTM akan membuka peluang kenaikan menuju level 1220-1250.

Rekomendasi: Trading Buy kalau naik di atas 1170 target 1220-1250

LPKR Melanjutkan Pelemahannya



LPKR membentuk pola bearish double top. Pola ini menandakan bahwa pelemahan LPKR berpotensi terus berlanjut menuju area 930-960.
analisa saham, analisa teknikal, analisis teknikal saham, rekomendasi saham harian, saham, rekomendasi saham hari ini, doktermarket, belajar saham, investasi saham, saham online, saham bei, saham blue chip, jual beli saham

Rekomendasi: Hindari. Trading Sell jika ada. Target pelemahan di 930-960.

Rabu, 18 Juni 2014

Member Only: ENRG At The Strong uptrend?

ASII Berpeluang Rebound di Support



Pelemahan ASII mencapai area garis support yang terbentuk sejak akhir Februari lalu. Bilamana ASII mampu menguat di atas 7225, ASII membuka peluang kenaikan menuju level 7450-7500.
analisa saham, analisa teknikal, analisis teknikal saham, rekomendasi saham harian, saham, rekomendasi saham hari ini, doktermarket, belajar saham, investasi saham, saham online, saham bei, saham blue chip, jual beli saham

Rekomendasi: Spec Buy kalau naik di atas 7225 target 7450-7500. Stoploss di bawah 7150